Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 September 2017

Penemuan Artefak Gunung Lalakon

https://youtu.be/_AWB77HSlz8

"secara filosofis, Gunung Lalakon adalah perlambang sebuah lakon dari kehidupan manusia. Batu-batu tadi merepresentasikan berbagai profesi (lakon) yang dipilih oleh manusia."

Senin, 18 September 2017

DPR mendesak Polisi dan BNN Tangkap Pengedar Obat PCC


Kasus peredaran obat paracetamol, caffeine, dan korisol-prodol (PCC) yang telah menelan korban jiwa, menuai kecaman dari banyak pihak termasuk dari Komisi IX DPR, yang tengah berkunjung di Bandung, Jawa Barat.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (17/9/2017), kecaman disampaikan Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf, saat mengadakan kunjungan kerja di Soreang, Kabupaten Bandung.

Komisi IX yang membidangi tenaga kerja, pendidikan serta kesehatan, mendesak polisi dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengungkap tuntas, termasuk menangkap sejumlah pelaku, pemberi ataupun pengedar obat PCC secara ilegal ini.

Hukuman berat juga harus diberikan pada pengedar obat PCC yang telah merusak generasi bangsa Indonesia.

Rabu, 22 Maret 2017

Instran minta Pemkot Bandung Buat Kajian Soal Taksi Online

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Dharmaningtyas meminta Pemerintah Kota Bandung untuk segera membuat kajian mengenai kuota dan pembatasan tarif taksi online. Menurutnya,  selain diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016, taksi online pun perlu diatur dalam Peraturan Daerah.

“Kuota per provinsi maupun per kota menyesuaikan dengan jumlah potensi penumpang taksi. Kalau pengemudi terlalu banyak maka penumpangnya tidak tersebar,” tuturnya saat on air di PRFM, Senin (20/3/2017) malam.

Sementara itu, terkait revisi Permenhub Nomor 32 Tahun 2016, menurut Dharma aturan tersebut dapat melindungi para pengemudi maupun konsumen taksi online. Dampaknya, persaingan sehat pun terwujud antara trasportasi online dengan konvensional.

“Melindungi pengemudi dan konsumen taksi itu sendiri, sehingga persaingan sehat pun tetap terjaga. Namun pihak pengusaha taksi online yang akan dirugikan,” pungkasnya.

Guys WWF Indonesia Ajak Masyarakat Berpartisipasi dalam Earth Hour Switch Off

WWF Indonesia dan Earth Hour Champions mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam Aksi Earth Hour Switch Off pada 25 Maret 2017 pukul 20.30-21.30 waktu setempat. Masyarakat diajak untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik selama 1 jam.

Di kota Bandung, aksi akan dipusatkan di dua tempat yaitu Balaikota dan Gedung Sate. Namun menuju Switch Off, akan ada rangkaian kegiatan yang melibatkan sekolah, kampus, korporasi dan seluruh warga masyarakat Kota Bandung dan Jawa Barat. Acara akan dimulai pukul 08.00 WIB di Balaikota.

Selain aksi Switch Off, Earth Hour Champions juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kaos bekas menjadi tas belanja sebagai pengganti kantong kresek. Aksi ini akan digelar secara serentak di 30 kota.

“Setelah aksi satu jam, saya juga mengajak seluruh pihak untuk menjadi bagian dari #IniAksiku gerakan #SejutaAksi komunitas Earth Hour Indonesia, untuk mengumpulkan tas belanja sebagai upaya mengurangi sampah plastik,” tutur PLT CEO WWF Indonesia, Benja Mambai dalam rilis yang diterima PRFM, Selasa (21/3/2017).

Ia menambahkan, donasi tas belanja yang terkumpul akan didistribusikan ke supermarket dan pasar tradisional. Aksi ini melanjutkan dan mendukung sebuah gerakan Indonesia bebas sampah plastik 2020.

Modus Penipuan Beli Barang Online Via e-Cash!

Hati-hati jika Anda hendak membeli atau menjual barang, karena modus penipuan kini semakin beragam. Seperti diceritakan salah satu warga Kota Cimahi, Tjetje Djumhana yang hampir menjadi korban penipuan lewat sistem transfer uang via bank.

Tjetje saat itu sedang mengiklankan barang miliknya di sebuah situs iklan baris yang dapat menjual barang secara daring (online). Dirinya mengiklankan sebuah sepatu, kemudian ada orang berminat membeli produknya.

Ia menuturkan, si pelaku berkomunikasi via pesan singkat, lalu menyepakati harga barang. Setelah itu Tjetje memberikan nomor rekening miliknya. Namun, setelah pelaku mengirim foto bukti transfer menggunakan elektronik pembayaran e-Cash Mandiri, ia mulai curiga.

"Saya curiga setelah dia (pelaku) memberi bukti transfer via e-Cash Mandiri, karena saya pernah juga hampir kena tipu dengan sistem transfer ini. Yaudah saya tanya-tanya lagi dia, terus minta dikirimkan foto KTP punya dia sebagai bukti bukan penipu, tapi dia tidak memberi dengan berbagai alasan," tutur Tjetje kepada PRFM, Senin (20/3/2017).

Kemudian, ia malah dituduh balik oleh pelaku dengan disebut sebagai penipu. Tjetje dengan berani menegaskan, membuktikan bukan penipu dan mengajak bertransaksi langsung di kantor polisi.

"Saya ancam dia untuk ketemuan di kantor polisi, tapi dia malah tidak mau, saya semakin curiga, setelah itu saya tanya balik identitas dia sebenarnya darimana, tapi tetap tidak mau jawab. Sudah saja tidak berkomunikasi lagi dengan dia," sambungnya.

Tjetje yakin hal ini adalah modus penipuan yang pernah dialami sebelumnya. Pada Desember 2016 lalu ia juga mengiklankan barangnya di internet, dan saat ada yang berminat, orang tersebut meminta pembayaran via e-Cash Mandiri.

"Waktu yang pertama itu saya belum mengerti e-Cash itu apa, ya saya ikutin aja kata dia, tapi mulai curiga saat dia minta saya pergi ke ATM. Saya tidak mau karena sudah malam, tapi dia ngotot, karena khawatir saya batalkan saja transaksi itu," ungkapnya.

Esok harinya, Tjetje mendatangi kantor bank Mandiri dan mencetak transaksi di buku tabungan supaya terlihat apakah ada transaksi masuk atau tidak dari si pelaku.

"Ternyata tidak ada uang masuk ke rekening saya, saya tanya ke teller bank terkait transaksi via e-Cash, teller meminta saya untuk berhati-hati karena memang banyak modus penipuan seperti itu, banyak juga yang sudah mengeluh ke bank," jelasnya.

Beruntung barang miliknya belum sempat dikirim ke alamat tujuan. Ia sangat geram karena banyak sekali korban penipuan bermodus e-cash Mandiri. Bagi Anda, lebih cermat lagi saat jual atau beli barang online, sebaiknya Anda meminta identitas lengkap orang tersebut, bahkan lebih baik transaksi dengan bertemu tatap muka di tempat ramai.

Jasad Bayi Ditemukan di Tol Padaleunyi

PJR Tol Padaleunyi melaporkan, pagi ini, Rabu (22/3/2017) sekira pukul 06.20 WIB telah ditemukan sesosok jasad bayi di Tol Padaleunyi tepatnya di Interchange Baros jalur A.

Penemuan jasad bayi tersebut berawal pada pukul 06.00 WIB, saat karyawan JLO melintasi TKP dan melihat ada bungkusan yang mencurigakan. Selanjutnya karyawan tersebut melaporkan ke security baros 2 dan setelah di cek serta dibuka, ditemukan sesosok jasad bayi yang baru lahir dibungkus koran dan plastik.

Posisi korban berada diantara bahu jalan dan lajur 1 di atas garis tidak terputus bahu jalan. Setelah itu, security langsung melaporkan kejadian tersebut kepada senkom Jasa Marga hingga akhirnya diteruskan ke PJR Tol Padaleunyi.

Hingga saat ini, petugas masih mencari saksi dan bukti terkait penemuan jasad bayi tersebut. Petugas juga saat ini masih berada di TKP, menunggu kedatangan unit Reserse Polres Cimahi.

Kamis, 16 Maret 2017

Innalillahi KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia


KH Hasyim Muzadi menghembuskan nafas terakhirnya pagi ini. Tokoh Nahdlatul Ulama itu wafat di usia 72 tahun.

Kabar meninggalnya KH Hasyim Muzadi diungkapkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melalui Twitter. 

"Telah wafat KH. Hasyim Muzadi pagi ini. Mari doakan almarhum diampuni kesalahannya, diterima amal bajiknya, berada di sisiNya. Al-faatihah..," ujar Lukman, Kamis (16/3/2017). 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD juga membenarkan kabar meninggalnya KH Hasyim Muzadi. Dia mengatakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu meninggal pukul 06.00 WIB tadi. 

Menurut rencana, jenazah KH Hasyim Muzadi akan dibawa ke Jakarta untuk dikebumikan. 

"Pukul 06.00 WIB tadi wafat dan akan diterbangkan ke Al Hikam, Depok. Dikebumikan di sana," ujar Mahfud.

KH Hasyim Muzadi lahir pada 8 Agustus 1944 ini wafat setelah menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur. detikcom berusaha menghubungi keluarga KH Hasyim Muzadi tetapi hingga kini belum bisa dihubungi.