Senin, 13 Februari 2017

Langkah Memelihara Kesehatan Ginjal

Organ ginjal sangat vital dalam mempertahankan fungsi tubuh secara keseluruhan (homeostasis). Oleh karena itu, memelihara kesehatan ginjal merupakan sesuatu yang penting.
Diagnosis penyakit ginjal kronis (PGK) ditentukan oleh laju filtrasi glomerulus (GFR). PGK terbagi dalam lima stadium, mulai stadium 1 sampai dengan stadium 5. Stadium 5, sebagai stadium terakhir, apabila GFR kurang dari 15 ml per menit.

Stadium inilah yang disebut dengan gagal ginjal (renal failure) yang harus ditolong dengan hemodialisis (cuci darah), seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Sabtu (11/2/2017).

Ginjal, sebagai organ tubuh untuk ekskresi, berfungsi untuk membuang sampah metabolisme, menjaga keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit, serta membuat hormon untuk pengaturan tekanan darah dan pembentukan sel darah merah.

"Agar tubuh tetap berfungsi dengan optimal, orang dengan gagal ginjal harus menjalani hemodialisis sebagai substitusi dari ginjal yang telah rusak," papar Kemenkes.
Data Riskesdas 2013 menunjukan angka kejadian PGK di Indonesia pada usia 15 tahun sebesar 0,25%. Penderita di pedesaan (0,3%) lebih banyak daripada di perkotaan (0,2%). Jumlah penderita diperkirakan akan semakin bertambah karena tingginya prevalensi hipertensi dan diabetes di Indonesia.

Penanganan PGK di Indonesia sudah dijamin oleh program JKN melalui BPJS. Pembiayaan PGK tersebut saat ini menempati urutan nomor dua dalam penyerapan klaim BPJS.

Di pihak lain, sesungguhnya PGK bisa dicegah dan dihindari dengan mencegah faktor risiko terjadinya PGK. Pelbagai faktor risiko terjadinya PGK adalah mulai dari perilaku, diet, dan kejadian penyakit yang menimbulkan komplikasi pada ginjal.

Untuk itu, Kemenkes menyarankan langkah berikut untuk memelihara kesehatan ginjal:

Pertama, cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air. Secara umum kebutuhan air adalah sekitar 2 liter. Apabila diasumsikan buah, sayur, sup, dan lain-lain, menyumbangkan 500 ml air, maka kebutuhan minum air adalah sekitar 1,5 liter.
Tentu, kebutuhan ini bersifat relatif tergantung aktivitas seseorang. Bila banyak berkeringat tentu kebutuhan air meningkat.

Kedua, mengonsumsi makanan yang sehat. Makan makanan yang sehat, misal dengan memperbanyak buah dan sayur, akan memelihara kesehatan ginjal.
Hindari makan terlalu banyak lemak dan makanan yang mengandung purin (jerohan). Lemak tidak jenuh akan menimbulkan penebalan pembuluh darah, yang ujungnya menyebabkan hipertensi. Makanan banyak mengandung purin akan meningkatkan asam urat, yang bisa mengganggu fungsi ginjal.

Ketiga, lakukan olah raga teratur. Olah raga teratur akan mempertahankan berat badan ideal dan menurunkan tekanan darah. Dengan berat badan ideal dan tensi yang normal akan menyehatkan ginjal.

Keempat, hati-hati dengan suplemen dan jamu yang mengandung bahan kimia obat. Beberapa suplemen mengandung asam amino yang tinggi. Asam amino yang tinggi tentu akan membebani ginjal. Konsumsilah suplemen sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan.
Jamu yang dicampuri dengan bahan kimia obat juga berbahaya untuk kesehatan ginjal. Bahan kimia obat yang dicampurkan sering tidak jelas dosisnya. Dan, tindakan semacam ini melanggar aturan Badan POM.

Kelima, berhentilah merokok. Zat-zat toksik dalam rokok dapat merusak pembuluh darah, yang ujungnya dapat menyebabkan hipertensi. Naiknya tekanan darah dapat menyebabkan terganggunya fungsi ginjal. Itulah sebabnya, hipertensi merupakan faktor risiko terjadinya PGK.

Keenam, jangan terlalu berlebihan konsumsi obat penghilang rasa nyeri. Konsumsi obat penghilang rasa nyeri (NSAID) yang terus menerus dalam jangka lama bisa merusak ginjal (nephrotoksik). Sebaiknya penggunaan NSAID yang lama harus berkonsultasi dengan dokter.

Ketujuh, jika menderita hipertensi atau kencing manis, maka harus dipantau fungsi ginjalnya secara berkala. Biasanya dokter yang merawat akan memantau fungsi ginjal (Renal Function Test) secara berkala. Perlu diketahui bahwa salah satu komplikasi kencing manis adalah diabetic nephropathy (kerusakan ginjal akibat diabetes).
Editor : Lince Eppang


EmoticonEmoticon