HAMPIR setiap pulau besar di Indonesia memiliki gunung tertinggi. Jika selama ini Anda baru mendaki gunung-gunung di pulau yang sama tempat Anda tinggal, mengapa tidak coba rencanakan pendakian di pulau-pulau lain dan mencoba mendaki atap-atap pulaunya.
Atap Pulau Jawa atau Gunung Semeru, misalnya, bisa Anda coba selesaikan tahun ini. Kemudian ke Atap Sumatera di Gunung Kerinci atau Atap Sulawesi di Latimojong.
Bukan hanya medan di gunung tinggi tersebut yang akan menantang Anda, perjalanan untuk sampai ke sana dan budaya baru yang bisa Anda temukan juga akan menjadi pengalaman baru yang tak terlupakan.
Gunung Semeru
Gunung dengan ketinggian 3676 mdpl ini adalah yang tertinggi di Jawa Timur, sekaligus yang tertinggi di Pulau Jawa. Keindahan alam gunung di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini tidak lagi diragukan.
Di sana ada Danau Ranu Kumbolo yang indahnya luar biasa, Sabana Oro-oro Ombo yang terbaik dilihat sebelum musim kering, Hutan Cemoro Kandang, sampai Kalimati.
Untuk menikmati seluruh keindahan dan tantangan gunung ini, rata-rata pendaki menghabiskan waku empat hari tiga malam. Pendakian sampai puncak sendiri tidak direkomendasikan, tapi jika Anda bersikeras, jalur terjal berpasir dan bebatuan yang tidak stabil harus Anda hadapi dulu sebelum mencapai puncak Mahameru yang memiliki Saloko yang aktif mengeluarkan letusan.
Gunung Rinjani
Gunung di Lombok yang menjadi Atap Nusa Tenggara Barat karena berketinggian 3726 mdpl ini akan dibuka April 2017. Tidak hanya orang Indonesia, gunung ini juga banyak digemari pendaki asing. Mulai pendakian dari ketinggian kurang dari 1000 mdpl, membuat jalur pendakian Gunung Rinjani yang luas ini sangat panjang dan memerlukan waktu pendakian rata-rata empat hari tiga malam.
Dari tiga jalur umum yang tersedia, dua jalur utama paling banyak dilalui, yaitu Jalur Sembalun dan Jalur Senaru, selain Jalur Torean. Selain luasnya Taman Nasional Gunung Rinjani tersebut, perjalanan di sana juga sangat menantang. Dari Sembalun misalnya, pendaki harus melalui Tujuh Bukit Penyesalan sebelum sampai di Plawangan Sembalun, yang juga memiliki beberapa bukit.
Jalur menuju puncak juga sangat mengerikan dengan jalur zigzag dan tebing terjal di kanan kirinya. Tapi dari puncak tersebut, pemandangan danau Segara Anak, Gunung Barujari, dan lautan yang mengelilingi Lombok dapat terlihat saat langit cerah. Setelah turun, Anda bisa segera ke Segara Anak untuk berkemah dan menikmati kekayaan alam di sana, seperti mandi di sungai belerang dan memancing ikan.
Pulang melalui Jalur Senaru juga terbilang sama menantangnya, meski Anda akan terus ditemani pemandangan yang menakjubkan. Pastikan Anda menyewa porter atau guide lokal untuk pendakian, serta tetap jaga kebersihan lingkungan di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani, dan pastikan bawa pulang sampah Anda.
Gunung Latimojong
Atap Sulawesi ini kini mulai populer di kalangan pendaki domestik, di luar Sulawesi. Tantangan bahkan dimulai sebelum Anda sampai di gunung. Dari pusat kota Sulawesi Selatan, Anda harus menyewa kendaraan yang bisa membawa Anda ke daerah Baraka di Kabupaten Enrekang yang berjarak 10 jam. Kabupaten yang berada di utara Sulsel ini terkenal dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan juga.
Pendakian ke gunung setinggi 3478 ini cukup menantang juga. Setelah melalui jalur menanjak dari perkebunan warga, pendaki harus melalui Pos 1 sampai Pos 2 di dalam hutan yang tidak terjal, namun cukup berbahaya karena jalannya yang sempit dan jalur air sungai yang cukup licin. Setelah melalui Pos 2 yang memiliki gua dan sungai besar, perjalanan sampai ke Pos 7 didominasi pemandangan hutan.
Dari Pos 7, perjalanan ke Puncak Rantemario hanya dua jam dan jalur didominasi bukit-bukit dengan perpohonan rendah. Sampai di puncak, Anda akan disambut dengan tugu batu yang menjadi ikon Puncak Rantemario. Waktu tiga hari dua malam cukup untuk menyelesaikan misi di sana. Setelah itu, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir ke Toraja dan lokasi wisata indah lainnya di Sulawesi Selatan.
Gunung Kerinci
Selanjutnya adalah Atap Sumatera, Gunung Kerinci di Jambi. Gunung dengan ketinggian 3805 mdpl ini termasuk gunung tinggi yang diburu para penggila ketinggian. Hutan hujan yang lebat, mitos manusia pendek, dan keberadaan macan Sumatera menjadi faktor rasa penasaran para pendaki, selain karena jalurnya yang terkenal ekstrim.
Meski lebih tinggi daripada atap-atap di pulau lainnya, rata-rata pendaki hanya menghabiskan waktu dua hari semalam di sana. Dimulai dari kaki gunung di Kersik Tuo, puncak bisa ditempuh melalui tiga pos utama. Jalur akar yang magis, sampai tanjakan yang aduhai adalah yang membuat pendakian di Gunung Kerinci ini tak terlupakan.
Untuk sampai ke Gunung Kerinci juga tidak dekat jika Anda berangkat dari pusat Kota Padang di sebelah utara atau Kota Jambi di sebelah timur. Jika Anda mulai dari Padang, perjalanan bisa ditempuh enam sampai tujuh jam melalui jalan besar lintas Sumatera yang terkenal mendebarkan dengan tikungannya, dan dua danau kembar indah di Solok yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.
Setelah selesai dari Kersik Tuo, Anda bisa lanjut liburan di Sumatera Barat, seperti mampir ke Padang atau Bukittinggi. Atau tetap di Kerinci yang memiliki banyak objek wisata alam yang indah, seperti Danau Gunung Tujuh, Danau Kaco, Kebun The Kayu Aro, Air Terjun Talang Kemulun, dan banyak lainnya.
Gunung Bukit Raya
Meski tidak memiliki gunung yang lagi aktif dan tinggi seperti di pulau-pulau yang dilalui lempeng aktif, Kalimantan punya beberapa gunung yang terbilang cukup menantang. Salah satunya adalah Gunung Bukit Raya, yang tertinggi di Kalimantan. Seperti namanya, gunung ini hanya setinggi 2278 mdpl, yang bahkan lebih pendek dari Gunung Gede di Jawa Barat.
Tapi jangan salah, banyak tantangan yang harus dilalui bahkan sebelum mulai mendaki. Jalur yang membentang di tiga provinsi tersebut memiliki dua jalur resmi dan dikelola oleh Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Berbagai moda transportasi harus dilalui para pendaki sebelum sampai di kaki gunung, dari transportasi darat sampai air selama belasan jam. Sebelum naik, pendaki juga harus mengikuti ritual Ngukuih Hajat oleh penduduk setempat untuk memohon keselamatan.
Perjalanan yang panjang bukan satu-satunya yang menjadi tantangan para pendaki Gunung Bukit Raya. Pacet atau hewan penghisap darah adalah tantangan sebenarnya yang akan ditemui pendaki sepanjang perjalanan di hutan belantara gunung kedua tertinggi di Pulau Kalimantan ini, selain Kinabalu di Malaysia.



EmoticonEmoticon