Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2017

Bandung Kota Seribu Danau

Selama ini Bandung mendapatkan julukan sebagai Paris van Java karena industri kreatif terutama distro berkembang dengan sangat pesat. Selain julukan itu, Bandung juga memiliki julukan lain loh. Ada yang tahu? Ya, Bandung dijuluki sebagai Kota Seribu Danau karena memiliki cukup banyak danau, telaga, atau situ.

Kalau kamu kebetulan sedang berada atau akan ke Bandung, coba deh jelajahi danau-danau indah nan unik ini satu per satu. Daripada bosan terus wisata kuliner atau belanja tapi uangnya tidak ada. Yuk ah menjelajah! Berikut sepuluh rekomendasi danau di Bandung dan sekitar yang bisa kamu jelejahi.

1. Situ Cileunca
Situ Cileunca Situ Cileunca memang sebuah danau buatan yang difungsikan sebagai sumber irigasi bagi penduduk sekitar. Namun, kejenihan air yang ada di sana serta pemandangan alam sekitarnya yang luar biasa membuta kawasan ini jadi tempat wisata. Di situ ini, wisatawan bisa menyewa perahu untuk berkeliling, memancing, atau aktivitas outbound yang dibangun tidak jauh dari kawasan danau ini.

Situ Cileunca, Bandung 
Nama: Situ Cileunca

Alamat: Warnasari, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat 40378, Indonesia

2. Situ Patengan
Situ Patengan Tidak jauh dari Kawah Putih Ciwidey, ada sebuah danau cukup luas yang memiliki pemandangan sekitar sangat indah. Sejauh mata memandang, kamu bisa menyaksikan pemandangan kebun teh yang bergelombang serta rimbun hutan yang terlihat masih sangat alami. Di danau ini kamu bisa menyewa perahu atau sekadar menikmati keheningan dan kesegaran udara.

Situ Patengan dan kawasan kebun teh 

Nama: Situ Patengan

Alamat: Jalan Situ Patengan, Rancabali, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

3. Situ Ciburuy
Situ Ciburuy Seperti halnya Situ Sangiang yang penuh sejarah, Situ Ciburuy juga memiliki sejarah yang cukup panjang. Dipercaya kawasan ini adalah peninggalan Prabu Siliwangi dan Kian Santang. Di masa lalu warga membendung dua aliran sungai untuk keperluan irigasi sehingga danau dengan luas 15 hektare ini terbentuk. Oh ya, selain keindahan yang tidak bisa diragukan lagi, situ ini konon memiliki legenda ikan raksasa yang hidup di dasar danau.

Situ Ciburuy, Bandung 
Nama: Situ Ciburuy

Alamat: Jalan Raya Padalarang, Ciburuy, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia

4. Situ Bolang
Situ Bolang  

Situ Bolang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan juga kejernihan air saja. Kamu bahkan bisa bermain air di pinggiran atau menyewa perahu. Bosan dengan aktivitas itu-itu saja? Bisa kok memancing ikan di sini. Warga lokal sengaja memasukkan bibit ke situ ini untuk dipancing. Terakhir, kamu bisa merasakan kuliner nikmat berupa sambal kacang dan mangga mengkal yang pedas tapi bikin ketagihan.

Situ Bolang, Bandung 
Nama: Situ Bolang

Alamat: Jatisura, Cikedung, Indramayu, Jawa Barat, Indonesia

5. Situ Cipanunjang
Situ Cipanunjang (ilustrasi) 

Danau selanjutnya yang bisa kamu pilih saat melakukan penjelajahan di Bandung adalah Situ Cipanunjang. Terletak di ketinggian 1100 mdpl, udara di kawasan ini sangat sejuk sehingga kamu bisa mendinginkan kepala sekaligus menikmati kesegaran udara. Oh ya, untuk bisa sampai ke danau ini kamu harus menyerang Situ Cileunca. Jadi sambil menyelam minum air. Menikmati dua danau dalam sekali jalan.

Situ Cipanunjang dan sekitar Cileunca 
Nama: Situ Cipanunjang

Alamat: Desa Pulosarim, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, Indonesia (sekitar Situ Cileunca)

6. Situ Sangiang
Situ Sangiang 

Situ Sangiang adalah kawasan danau sekitaran Bandung yang difungsikan sebagai dua objek wisata. Pertama wisata religi karena kawasan ini ada makam yang dikeramatkan dan banyak peziarah yang mengunjunginya. Selanjutnya wisata alam karena kawasan sekitar danau ini sangat indah dan masih alami. Setiap hari ada ribuan orang datang untuk berziarah sekaligus menikmati keindahan alam kawasan Sangiang yang melegenda.

Situ Sangiang (ilustrasi)
Nama: Situ Sangiang

Alamat: Sangiang, Banjaran, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia

7. Situ Cukul
Situ Cukul, Bandung 

Berada di ketinggian 1.500 mdpl, kawasan Situ Cukul yang lagi-lagi berada di Pangalengan menawarkan pesona yang sedikit berbeda. Saat berada di sini, kamu bisa menikmati kesejukan udara yang berada pada kisaran 16-20 derajat Celcius. Dengan udara yang sejuk dan cenderung dingin, kamu bisa bersantai sejenak dari hiruk-pikuk kota dan menikmati setiap sudut pemandangan yang memukau.

Alamat: Dusun Cukul, Sukaluyu, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

8. Situ Gede Pangalengan
Situ Gede Pengalengan 
Situ Gede Pangalengan juga merupakan danau buatan manusia yang difungsikan untuk pertanian dan juga perikanan. Meski demikian, danau ini tampak alami karena pemandangan sekitarnya sangat indah dan alamnya masih alami. Saat ini kawasan sekitar danau ini mulai dikelola baik oleh pemerintah setempat guna meningkatkan taraf hidup penduduk kawasan sekitar.
Nama: Situ Gede

Alamat: Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

9. Situ Kanceuh
Situ Kanceuh (ilustrasi) 

Masih di kawasan Pangalengan yang sangat indah, ada satu lagi danau kecil yang selalu menjadi buruan banyak orang. Situ Kanceuh menawarkan pemandangan indah dari alam sekitar serta air yang sangat jernih. Kamu bisa menghabiskan waktu menjelajahi sekitar danau, memancing, atau berburu foto sampai puas. Pokoknya, sekali datang ke sini rasanya pengin balik lagi.

Nama: Situ Kanceuh

Alamat: Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

10. Situ Cicoledas
Situ Cicoledas (ilustrasi) 

Situ Cicoledas dikenal oleh banyak orang karena menawarkan banyak spot menarik untuk fotografi. Biasanya para pengunjung yang mayoritas pencinta dunia foto suka menjelajah kawasan ini untuk mencari sudut foto terbaik. Kalau kamu ingin mencari ketenangan sejenak sembari menyalurkan hasrat fotografi, silakan datang ke sini dan nikmati semuanya.

Situ Cicoledas, kawasan Pangalengan [image ]Nama: Situ Cicoledas

Alamat: Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Sabtu, 21 Januari 2017

Kereen Menjelajah “Amazon” nya Indonesia

Aktivitas Keluarga Laman ketika berkunjung ke Taman Nasional Gunung Palung © crossborneotour.com

Membaca kartu pos yang ditulis oleh Tim Laman seorang jurnalis foto National Geography tentang pengalamannya meliput dan meneliti Orangutan di Gunung Palung, Kalimantan Barat, membuka cakrawala tentang kekayaan alam Indonesia. Dalam tulisan yang diberi judul “Postcard From Borneo: A Family Adventure Begins A New”, Tim menceritakan tentang pengalamannya menjelajah alam Gunung Palung bersama istrinya yang juga peneliti Orangutan. Bagi Tim, ekspedisi Gunung Palung bukan hanya perjalanan liputan biasa, tetapi perjalanan kehidupan yang dinikmatinya disepanjang hidup. Ia pertama kali berkunjung ke Gunung Palung pada tahun 1986 setelah melihat poster di aula gedung biologi Harvard. Poster yang menggambarkan suku asli Dayak di Kalimantan melawan Orangutan menarik perhatian Tim. Di bawah poster tertulis pengumuman tentang seorang profesor yang membutuhkan asisten riset untuk penelitian tentang hutan hujan di Kalimantan. Tim kemudian mengontak profesor tersebut dan menghabiskan waktu selama setahun di Kalimantan.

Keluarga Laman sedang mengobservasi Orang Utan di Gunung Palung, Sumber:Timlaman.com
Hubungan Tim dengan Gunung Palung terus berlanjut. Meskipun pekerjaannya mengharuskannya berkunjung ke berbagai daerah di dunia, namun setiap tahunnya ia bersama istri dan anak-anaknya pasti menghabiskan waktu liburan mereka di taman nasional yang terletak di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat ini. Maklum, bagi Tim dan istrinya Cheryl Knott Gunung Palung adalah objek penelitian yang mengasyikkan. Wilayah dengan luas 90.000 Ha diakui sebagai taman nasional melalui pernyataan Menteri kehutanan Nomor:448/ Menhut-VI/1990 tanggal 6 Maret 1990. Secara administratif, Gunung Palung termasuk dalam dua kabupaten yaitu Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Kabut menyelimuti Gunung Palung, Sumber: media.travyde.com
Untuk mencapai lokasi Gunung Palung memang tidak mudah. Ada beberapa rute yang dapat ditempuh, misalkan jalur utara dapat melalui Jakarta ke Pontianak, lalu dari Pontianak perjalanan dilanjutkan ke Ketapang selama 30 menit jika menggunakan pesawat, enam jam menggunakan perahu ekspres, atau lewat jalur darat sekitar 12 jam. Jika ingin menikmati alam Kalimantan mungkin jalur darat bisa menjadi pilihan yang tepat. Perjalanan yang panjang akan terbayar ketika menapaki area Gunung Palung. Ada beberapa ekosistem yang akan menyambut pengunjung, mulai dari Hutan Hujan Tropika Dataran Rendah di mana begetasi didominasi oleh jenis-jenis Medang, Meranti, dan Ubah Besi. Lalu lanjut ke Hutan Hujan Pegunungan dimulai pada ketinggian 400 hingga 800 mdpl, dan di puncak terdapat Hutan Hujan Sub Alpine di ketinggian 1.116 mdpl. Selain ketiga tipe ekosistem tersbut, totalnya ada delapan tipe ekosistem di Gunung Palung.

Sumber: proof.nationalgeographic.com
Pengunjung juga dapat melakukan berbagai kegiatan, seperti kegiatan-kegiatan outdoor menjelajahi hutan Gunung Palung. Namun jika ingin berkunjung, pastikan untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Hal ini diakrenakan status Gunung Palung yang bersifat taman nasional tidak memungkinkan semua wisatawan memperoleh izin masuk. Misalnya saja kunjungan rutin yang Tim dan Cheryl lakukan setiap tahunnya bukan hanya dalam rangka berwisata bisa, tetapi mereka juga mengantongi izin melakukan penelitian. Cheryl yang juga profesor di Boston University tertarik dengan fauna yang terdapat di gunung ini terutama satwa yang sudah langka yaitu Orang Utan. Ia dan sekelompok peneliti melakukan penelitian tentang Orang Utan di Indonesia dan Malaysia sebelum menyimpulkan Orang Utan memiliki klasifikasinya tersendiri. Ia mencontohkan terdapat perbedaan antara Orang Utan Sumatera dengan Orang Utan Kalimantan. Bahkan yang lebih menarik, Cheryl menemukan adanya perbedaan budaya tergantung pada lokasi populasi Orang Utan. Tidak hanya Orang Utan, terdapat sejumlah fauna lainnya yang dapat dengan mudah dijumpai dalam kawasan ini seperti Monyet Ekor Panjang, Owa/Kelampiau, Kelasi, Bekantan, Beruang Madu, dan lainnya. Sementara jika ditinjau dari kekayaan jenisnya, indeks kekayaan jenis flora di taman nasional ini juga sangat tinggi. Paling sedikit ditemukan 3.500-4.000 jenis vegitasi berkayu dan berbagai jenis lainnya. Tak heran jika Gunung Palung digadang-gadang sebagai Amazon nya Indonesia.

Senin, 16 Januari 2017

Kereen Atap Pulau Tertinggi Indonesia yang Harus Didaki

HAMPIR setiap pulau besar di Indonesia memiliki gunung tertinggi. Jika selama ini Anda baru mendaki gunung-gunung di pulau yang sama tempat Anda tinggal, mengapa tidak coba rencanakan pendakian di pulau-pulau lain dan mencoba mendaki atap-atap pulaunya.
Atap Pulau Jawa atau Gunung Semeru, misalnya, bisa Anda coba selesaikan tahun ini. Kemudian ke Atap Sumatera di Gunung Kerinci atau Atap Sulawesi di Latimojong.
Bukan hanya medan di gunung tinggi tersebut yang akan menantang Anda, perjalanan untuk sampai ke sana dan budaya baru yang bisa Anda temukan juga akan menjadi pengalaman baru yang tak terlupakan.
Gunung Semeru
Gunung dengan ketinggian 3676 mdpl ini adalah yang tertinggi di Jawa Timur, sekaligus yang tertinggi di Pulau Jawa. Keindahan alam gunung di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini tidak lagi diragukan.
Di sana ada Danau Ranu Kumbolo yang indahnya luar biasa, Sabana Oro-oro Ombo yang terbaik dilihat sebelum musim kering, Hutan Cemoro Kandang, sampai Kalimati.
Untuk menikmati seluruh keindahan dan tantangan gunung ini, rata-rata pendaki menghabiskan waku empat hari tiga malam. Pendakian sampai puncak sendiri tidak direkomendasikan, tapi jika Anda bersikeras, jalur terjal berpasir dan bebatuan yang tidak stabil harus Anda hadapi dulu sebelum mencapai puncak Mahameru yang memiliki Saloko yang aktif mengeluarkan letusan.
Gunung Rinjani
Gunung di Lombok yang menjadi Atap Nusa Tenggara Barat karena berketinggian 3726 mdpl ini akan dibuka April 2017. Tidak hanya orang Indonesia, gunung ini juga banyak digemari pendaki asing. Mulai pendakian dari ketinggian kurang dari 1000 mdpl, membuat jalur pendakian Gunung Rinjani yang luas ini sangat panjang dan memerlukan waktu pendakian rata-rata empat hari tiga malam.
Dari tiga jalur umum yang tersedia, dua jalur utama paling banyak dilalui, yaitu Jalur Sembalun dan Jalur Senaru, selain Jalur Torean. Selain luasnya Taman Nasional Gunung Rinjani tersebut, perjalanan di sana juga sangat menantang. Dari Sembalun misalnya, pendaki harus melalui Tujuh Bukit Penyesalan sebelum sampai di Plawangan Sembalun, yang juga memiliki beberapa bukit.
Jalur menuju puncak juga sangat mengerikan dengan jalur zigzag dan tebing terjal di kanan kirinya. Tapi dari puncak tersebut, pemandangan danau Segara Anak, Gunung Barujari, dan lautan yang mengelilingi Lombok dapat terlihat saat langit cerah. Setelah turun, Anda bisa segera ke Segara Anak untuk berkemah dan menikmati kekayaan alam di sana, seperti mandi di sungai belerang dan memancing ikan.

Pulang melalui Jalur Senaru juga terbilang sama menantangnya, meski Anda akan terus ditemani pemandangan yang menakjubkan. Pastikan Anda menyewa porter atau guide lokal untuk pendakian, serta tetap jaga kebersihan lingkungan di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani, dan pastikan bawa pulang sampah Anda.
Gunung Latimojong
Atap Sulawesi ini kini mulai populer di kalangan pendaki domestik, di luar Sulawesi. Tantangan bahkan dimulai sebelum Anda sampai di gunung. Dari pusat kota Sulawesi Selatan, Anda harus menyewa kendaraan yang bisa membawa Anda ke daerah Baraka di Kabupaten Enrekang yang berjarak 10 jam. Kabupaten yang berada di utara Sulsel ini terkenal dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan juga.
Pendakian ke gunung setinggi 3478 ini cukup menantang juga. Setelah melalui jalur menanjak dari perkebunan warga, pendaki harus melalui Pos 1 sampai Pos 2 di dalam hutan yang tidak terjal, namun cukup berbahaya karena jalannya yang sempit dan jalur air sungai yang cukup licin. Setelah melalui Pos 2 yang memiliki gua dan sungai besar, perjalanan sampai ke Pos 7 didominasi pemandangan hutan.
Dari Pos 7, perjalanan ke Puncak Rantemario hanya dua jam dan jalur didominasi bukit-bukit dengan perpohonan rendah. Sampai di puncak, Anda akan disambut dengan tugu batu yang menjadi ikon Puncak Rantemario. Waktu tiga hari dua malam cukup untuk menyelesaikan misi di sana. Setelah itu, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir ke Toraja dan lokasi wisata indah lainnya di Sulawesi Selatan.
Gunung Kerinci
Selanjutnya adalah Atap Sumatera, Gunung Kerinci di Jambi. Gunung dengan ketinggian 3805 mdpl ini termasuk gunung tinggi yang diburu para penggila ketinggian. Hutan hujan yang lebat, mitos manusia pendek, dan keberadaan macan Sumatera menjadi faktor rasa penasaran para pendaki, selain karena jalurnya yang terkenal ekstrim.
Meski lebih tinggi daripada atap-atap di pulau lainnya, rata-rata pendaki hanya menghabiskan waktu dua hari semalam di sana. Dimulai dari kaki gunung di Kersik Tuo, puncak bisa ditempuh melalui tiga pos utama. Jalur akar yang magis, sampai tanjakan yang aduhai adalah yang membuat pendakian di Gunung Kerinci ini tak terlupakan.
Untuk sampai ke Gunung Kerinci juga tidak dekat jika Anda berangkat dari pusat Kota Padang di sebelah utara atau Kota Jambi di sebelah timur. Jika Anda mulai dari Padang, perjalanan bisa ditempuh enam sampai tujuh jam melalui jalan besar lintas Sumatera yang terkenal mendebarkan dengan tikungannya, dan dua danau kembar indah di Solok yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.
Setelah selesai dari Kersik Tuo, Anda bisa lanjut liburan di Sumatera Barat, seperti mampir ke Padang atau Bukittinggi. Atau tetap di Kerinci yang memiliki banyak objek wisata alam yang indah, seperti Danau Gunung Tujuh, Danau Kaco, Kebun The Kayu Aro, Air Terjun Talang Kemulun, dan banyak lainnya.
Gunung Bukit Raya
Meski tidak memiliki gunung yang lagi aktif dan tinggi seperti di pulau-pulau yang dilalui lempeng aktif, Kalimantan punya beberapa gunung yang terbilang cukup menantang. Salah satunya adalah Gunung Bukit Raya, yang tertinggi di Kalimantan. Seperti namanya, gunung ini hanya setinggi 2278 mdpl, yang bahkan lebih pendek dari Gunung Gede di Jawa Barat.
Tapi jangan salah, banyak tantangan yang harus dilalui bahkan sebelum mulai mendaki. Jalur yang membentang di tiga provinsi tersebut memiliki dua jalur resmi dan dikelola oleh Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Berbagai moda transportasi harus dilalui para pendaki sebelum sampai di kaki gunung, dari transportasi darat sampai air selama belasan jam. Sebelum naik, pendaki juga harus mengikuti ritual Ngukuih Hajat oleh penduduk setempat untuk memohon keselamatan.
Perjalanan yang panjang bukan satu-satunya yang menjadi tantangan para pendaki Gunung Bukit Raya. Pacet atau hewan penghisap darah adalah tantangan sebenarnya yang akan ditemui pendaki sepanjang perjalanan di hutan belantara gunung kedua tertinggi di Pulau Kalimantan ini, selain Kinabalu di Malaysia.

Air Terjun Tersembunyi Layak untuk Dikunjungi

EKSPLOR air terjun sangat bisa jadi agenda liburan Anda tahun ini. Ribuan air terjun yang ada di Indonesia mungkin belum semuanya terekspos dan terjamah oleh banyak manusia.

Curug Citambur
Di Cianjur, Anda bisa menemukan air terjun cantik bernama Curug Citambur. Butuh perjuangan untuk sampai ke sana karena harus berjalan kaki dan melalui jalur yang agak licin di dekat air terjun. Pastikan Anda membawa baju ganti, karena debitg air tgerjun yang sangat besar namun segar akan membuat badan Anda kuyup.
Air Terjun Tumpak Sewu
Sumber mata air yang sangat banyak dan jatuh dari ketinggian membuat lokasi ini layak dikunjungi tahun ini. Berlokasi di perbatasan Kecamatan Ampel Gading Malang dan Kecamatan Pronojiwo Lumajang, air terjun ini menawan baik disaksikan dari atas atau dari bawah.

Setelah memarkirkan kendaraan di gubuk penambang pasir, Anda bisa lanjut berjalan kaki sepanjang 200 meter mengikuti jalur sungai dan medan yang cukup terjal, sebelum akhirnya sampai di air terjun yang juga disebut Coban Sewu tersebut.
Air Terjun 9 Tingkat
Pemandangan air terjun di Kalimantan Utara ini mungkin akan memukau Anda. Air terjun Semolon di Kalimantan Utara ini mungkin terlihat seperti air terjun buatan, tapi sebenarnya terbentuk alami dengan 9 tingkat.
Yang membuatnya unik adalah karena tempat ini menjadi sumber air panas terbesar. Keeksotisan air terjun di Desa Paking, Kecamatan Mentarang, ini dapat ditemui setelah berkendara selama dua jam dari Malinau.
Menurut laman Wisata Kaltim, Air panas yang mengalir di air terjun tersebut dimanfaatkan banyak pengunjung untuk mandi. Masyarakat percaya air panas tersebut bisa berkhasiat menyembuhkan masalah peredaran darah, gatal-gatal, dan penyakit kulit lainnya.
Air Terjun Siguntur Tuo
Terletak sekira 40 menit berkendara dari Kota Padang, Sumatera Padang, terdapat wisata alam menarik yang bisa dikunjungi untuk rehat sejenak dari kesibukan di kota. Tempat itu adalah Air Terjun Siguntur Tuo.
Air terjun setinggi 60 meter tersebut memang belum terjamah. Setelah berjalan kaki sejauh 20 menit untuk mencapai air terjun tersebut, pengunjung bisa segera menceburkan diri ke dalam lubuk yang dangkal dan aman untuk berenang.

Tips Mudah Mendaki Gunung Merbabu

GUNUNG Merbabu di Jawa Tengah adalah salah satu gunung tinggi paling indah yang bisa dinaiki oleh para pemula. Dari lima jalur pendakian yang dibuka untuk umum, jalur Selo di Boyolali adalah jalur yang paling mudah untuk para pemula.
Tapi mengandalkan kemudahan jalurnya saja tidak membantu banyak kalau Anda yang pertama kali mendaki. Lebih baik, ikuti juga tips dari Okezone untuk mendaki mudah di jalur Selo Mebabu berikut ini.
Jangan pernah mendaki sendirian
Jika Anda pemula dalam hal pergunungan, apalagi baru pertama kali akan ke Gunung Merbabu, sebaiknya jangan pergi sendiri. Sekalipun jalur Selo selalu ramai, perjalanan akan lebih asik dan aman kalau ada teman dekat yang lebih berpengalaman untuk melihat keindahan Merbabu bersama-sama.
Persiapkan fisik
Persiapan fisik itu perlu bagi sebagian besar orang sebelum mendaki gunung, apalagi bagi yang belum pernah atau sudah sangat lama tidak berolahraga. Latihan pernapasan dan ketahanan fisik dengan aktivitas aerobik seperti berjalan kaki atau jogging sebaiknya dilakukan beberapa minggu sebelum Anda melakukan pendakian.
Siapkan perlengkapan standar

Jangan malu untuk membawa perlengkapan lengkap meskipun Anda masih pemula. Sepatu trekking, jaket tebal, buff, sarung tangan, sampai celana khusus outdoor sebaiknya disiapkan, baik dengan membeli baru atau meminjam. Contek daftar perlengkapan standar pribadi apa saja yang harus dibawa dan jangan andalkan orang lain untuk membawa atau berbagi perlengkapan pribadi dengan Anda.
Cari tahu rencana mendaki lewat jalur tersebut
Kalau Anda sudah pasti diajak mendaki Merbabu lewat jalur Selo, cari tahu rencana mendaki yang akan dilakukan kelompok atau teman seperjalanan. Pendakian biasanya hanya butuh dua hari semalam, dan Pos 3 dijadikan tempat untuk berkemah.
Kalau kelompok seperjalanan Anda berencana naik ke puncak, Anda juga harus tahu kalau dari Pos 3 menuju puncak memiliki jarak tempuh sekira 5-6 jam melalui savana dan perbukitan. Jadi, kalau ingin melihat matahari di puncak, dipastikan Anda harus meninggalkan tenda sejak dini hari.
Jangan terlalu ambisius
Sampai di rumah dengan selamat adalah tujuan utama para pendaki, bukan sampai di puncak gunung. Motivasi tersebut harus dicamkan agar tidak membebani, terlebih mencelakakan diri Anda sendiri dan orang lain.
Jangan tinggalkan sampah
Kebiasaan membuang sampah dan meninggalkan sampah di gunung adalah yang harus dihindari. Sediakan plastik sampah sendiri untuk menampung sampah selama pendakian sampai turun kembali ke basecamp.