Rabu, 18 Januari 2017

Sepak Terjang GMBI

Pemeriksaan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (12/1), turut didatangi massa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Namun, tujuan kedatangan bertolak belakang dengan rombongan umat Islam.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (12/1) pukul 09.20 WIB. Dilansir laman merdeka, Rizieq datang dengan menggunakan Mitsubishi Pajero Sport Putih bernomor polisi B 1 FPI. Rizieq diperiksa sebagai saksi terlapor atas dugaan kasus penodaan ideologi negara, Pancasila, yang dilaporkan Rachamawati Soekarno Putri, beberapa waktu lalu.

Rizieq merupakan saksi ke-11 yang dimintai keterangan terkait laporan Sukmawati Soekarnoputri. Sukmawati melaporkan Rizieq atas dugaan penghinaan Presiden ke-1 RI Sukarno dan Pancasila ke Bareskrim Mabes Polri pada Oktober 2016. Kasus itu dilimpahkan ke Polda Jabar pada November 2016.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus, dikutip lamantribunnews, setelah pemeriksaan ini akan ada gelar perkara, untuk menentukan apakah memenuhi unsur tindak pidana atau tidak serta terdapat dua alat bukti yang sah. Kalau tidak, maka akan ada SP3.

GMBI "panaskan" pemeriksaan Rizieq 

Menjelang pemanggilan dewan pembina GNPF-MUI tersebut, ribuan anggota FPI, LPI Jabar, serta umat Islam dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sekitarnya berdatangan menggunakan puluhan mobil menuju Bandung. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Mapolda Jabar untuk mengawal pemeriksaan Rizieq.

Selain massa dari umat Islam, tampak pula ratusan anggota LSM yang menamakan diri sebagai Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Rombongan tersebut telah sampai lebih dulu di Mapolda Jabar. Anggota GMBI sempat menghadang massa FPI yang mencoba mendekati pintu masuk Mapolda Jabar, yang mengakibatkan situasi memanas dan nyaris terjadi bentrok fisik.


Tujuan GMBI sendiri bertolak belakang dengan rombongan umat Islam. Massa GMBI diduga dikerahkan oleh pihak Polda Jabar untuk dihadapkan dengan massa pendukung Rizieq. Hal demikian seperti dituturkan salah seorang warga yang bertanya langsung kepada anggota LSM yang kerap membuat onar tersebut.

"Kemarin Ketua GMBI dikontak Kapolda (Jabar) supaya ngawal proses pemeriksaan Habib Rizieq, dan menurunkan massa GMBI supaya berjaga-jaga di sekitar Polda," ungkap sumber yang enggan menyebutkan namanya tersebut.

Dia menambahkan, massa GMBI yang diterjunkan berasal dari Pangandaran, Tasikmalaya, dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat. "Sementara ini, jumlah keseluruhan mobil GMBI ada 11 unit, perkiraan massa sekitar 500 orang," ujarnya.

Diduga massa GMBI sengaja diterjunkan untuk 'memanaskan' situasi di depan Mapolda Jabar mengingat LSM yang tampak berisi gerombolan pria bertato itu kerap berbuat kerusuhan di sejumlah wilayah.

GMBI dan kerusuhan

GMBI kerap berbuat kerusuhan di sejumlah wilayah. Berikut sepak terjang GMBI pada berbagai kasus:

1. Demo perebutan limbah di Bekasi

GMBI pernah terlibat bentrokan dengan ormas Pemuda Pancasila (PP) di Jalan Pilar, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 2014. Diduga bentrokan tersebut dipicu perebutan limbah, seperti dikutip laman liputan6.

Bentrokan terjadi pasca GMBI melakukan aksi demo di PT Morin yang terletak di kawasan MM 2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Raya pilar, Cikarang, ormas PP sudah membuat blokade menghadang GMBI. Bentrokan kelompok massa yang sudah berseteru sejak lama ini pun tak terelakkan.

Akibat bentrokan ini, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, sedikitnya 3 unit kendaraan roda 4 juga menjadi sasaran amuk massa tersebut.

2. Demo di depan kantor DPRD Pangandaran

GMBI melakukan aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Pangandaran Parigi, Jawa Barat, pada Agustus lalu. Aksi mereka untuk mempertanyakan proses lelang proyek sarana dan prasarana PON XIX di Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, yang dinilai penuh dengan permainan dan hanya menguntungkan sebagian pihak.

Awalnya, dikutip laman poskotanews, aksi berlangsung damai. Namun, beberapa saat kemudian terjadi kericuhan berupa aksi saling lempar batu dan botol minumam massa GMBI dengan LSM mengatasnamakan Bela Pangandaran.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus, menjelaskan bahwa bentrok terjadi usai dilakukan pertemuan antara perwakilan dari kedua LSM dengan Bupati Pangandaran dan Ketua DPRD setempat.

Ketika lima perwakilan keluar, tiba-tiba massa kedua kubu bentrok dan terjadi aksi saling pukul. Akibat bentrokan, 4 unit mobil hancur, belasan orang luka, dan 4 unit mobil lainya milik pentolan ketua dari kedua ormas disita polisi. Polisi berhasil mengamankan puluhan orang yang diduga kuat provokator bentrokan.

3. Pemerasan berujung pengeroyokan

Kisruh antara GMBI dengan beberapa ormas dan LSM di Ciamis, Jawa Barat, dipicu oleh perilaku oknum SM dan kawan-kawannya. SM adalah salah seorang anggota GMBI Ciamis pada divisi investigasi, dilansir laman harapanrakyatonline.

Di lapangan, SM selalu menakut-nakuti korbannya sambil mengancam akan diadukan ke kepolisian setempat. Kebanyakan korban adalah aparatur pemerintahan, pengurus LPM, dan panitia kegiatan di desa. Selain lingkup pemerintahan desa, beberapa diantaranya juga teridentifikasi para pengusaha kecil di bidang pupuk.

Modus yang dilakukan SM adalah mengkritisi program-program, seperti Rutilahu (Rumah Tinggal Layak Huni) atau distribusi dan penjualan pupuk bersubsidi. Misalnya, pada KW, salah seorang penjual pupuk di Cijeungjing. Menurut pengakuan KW, awalnya SM dan kawan-kawan menanyakan izin usaha penjualan pupuk. Karena KW tidak bisa menunjukkan kepemilikan izin, SM kemudian meminta uang Rp2 juta, dengan dalih agar tidak dilaporkan pada pihak kepolisian. KW meminta nilai uangnya diturunkan, dan akhirnya disepakati “uang pengaman” jadi Rp1,5 juta.

Kisah yang kurang lebih sama diduga juga terjadi di puluhan titik di Ciamis. Misalnya di Cimaragas, SM dan kawan-kawan meminta uang Rp2,5 juta kepada panitia pelaksana program Rutilahu. Sebelumnya, bahkan SM meminta Rp3,5 juta kepada kepala desa. Setidaknya ada 22 titik di Kabupaten Ciamis yang mengalami kasus yang kurang lebih sama. Namun sebagian kecil di antaranya ada juga yang tidak jadi memberikan uang karena memberikan perlawanan, seperti salah satu desa di Kecamatan Cikoneng Ciamis.

Selain lingkungan pemerintahan desa dan penjual pupuk, ada juga pengakuan dari pelaksana proyek dan pelaku tindak asusila. Bahkan, SM dan kawan-kawan juga pernah beraksi di salah satu pesantren di Banjarsari.

Aksi pemerasan SM dan kawan-kawan ini berujung pada pengeroyokan kepada oknum tersebut. Pengeroyokan dilakukan oleh beberapa anggota dari enam ormas di Ciamis, Jawa Barat, pada 2015 lalu.

4. Berebut lahan PKL
GMBI terlibat bentrok dengan ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) pada September 2016 lalu. Bentrok terjadi diduga karena perebutan lahan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berlokasi di STT Telkom.


EmoticonEmoticon