Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Oktober 2017

New York Larang Penggunaan Rokok Elektrik di Seluruh Tempat Publik


New York melarang rokok elektrik untuk digunakan di seluruh ruang publik/Foto: Getty Images

Pemerintah kota New York menerapkan aturan baru yang melarang rokok elektrikdigunakan di seluruh ruang publik. Aturan akan mulai berlaku 30 hari ke depan dan ini artinya kota New York memperlakukan rokok elektrik seperti rokok pada umumnya.

Ketika peraturan sudah berlaku maka orang-orang tidak bisa lagi menghisap rokok elektrik(vaping) di dalam kantor, restoran, atau tempat umum lain. Memang dari sebelum ada aturan tersebut beberapa tempat sudah menerapkan larangannya sendiri, namun dengan ini setidaknya hukum menjadi lebih kuat.


Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan peraturan larangan menghisap rokok elektrik lahir sebagai langkah pencegahan. Saat ini belum banyak peraturan khusus tentang rokok elektrik sementara penggunaannya makin populer.

"Produk ini sering dijual sebagai alternatif yang lebih sehat dibandingkan rokok, tapi nyatanya ia juga memiliki risiko kesehatan jangka panjang bagi pengguna dan orang sekitar. Ini adalah upaya menutup celah hukum untuk menciptakan masyarakat New York yang lebih sehat dan kuat," kata Andrew seperti dikutip dari BBC, Minggu (29/10/2017).

Di Indonesia sendiri juga belum ada aturan khusus untuk rokok elektrik. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pernah memaparkan rencananya untuk membuat aturan itu sejak tahun 2014 lalu namun hingga kini belum ada kelanjutan.

Kepala Sub Direktorat Pengawasan Rokok, Direktorat Pengawasan NAPZA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dra Lela Amelia, Apt, M.Epid, mengungkapkan bahwa saat ini produk rokok elektrik yang ada di Indonesia diimpor sebagai produk elektronik, bukan produk kesehatan.

"Sehingga produk itu dijual bebas tanpa cukai, tanpa label peringatan, tanpa label bahaya dan tanpa standarisasi. Kenapa? Karena belum ada regulasinya, belum ada kategori si rokok elektrik ini masuk kategori apa di Indonesia," pungkas Lela.

Senin, 18 September 2017

Alhamdulillah Bantuan Kemanusiaan dari Kota Bandung Sudah Sampai ke Kamp Pengungsi Rohingya

Bantuan kemanusiaan untuk Rohingya dari warga Kota Bandung 

Bantuan kemanusiaan dari netizen dan warga Bandung telah sampai di tempat pengungsian Rohingya.
Hal itu dilaporkan oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam akun media sosialnya, Minggu (17/9/2017)
"Netizen dan warga Bandung tercinta, melaporkan, bahwa bantuan kemanusiaan ke rohingya via Aksi Cepat Tanggap (ACT) @actforhumanity sudah sampai ke kamp pengungsi #rohingya. Insya Allah meringankan beban mereka. Hatur Nuhun," tulis Ridwan Kamil
Tampak pada gambar yang diposting Ridwan Kamil, sebuah truk berisi ratusan tumpukan karung berwarna hijau dan putih.
Pada truk tersebut terdapat sebuah banner dengan tulisan Bantuan Kemanusiaan dari Netizen dan Warga Kota Bandung dengan huruf kapital.
Selain itu, dalam poster tersebut terdapat logo Pemerintah Kota Bandung dan Kitabisa.com
Sebelumnya, Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil telah melakukan kampanye penggalangan dana lewat kita bisa.com dimana hasil dana yang terkumpul lebih dari Rp 1 miliar.
Para lurah dan camat juga diinstruksikan oleh Ridwan Kamil untuk menggalang dana secara manual sesuai dengan kewilayahannya.
Postingan tersebut mendapatkan 78 ribu likes

Wanita Ini Masih Perawan Meski Sudah Punya Satu Anak

ilustrasi ibu hamil (Foto: huffingtonpost.com)

Seorang wanita berusia 26 tahun asal Hangzhou, China dilaporkan memiliki selaput dara yang utuh meski sudah melahirkan satu anak. Berita ini seketika beredar luas dan menjadi perbincangan warga sekitar.

Dikutip dari laman Asia One, Minggu (17/9/2017), wanita yang diketahui bernama Zhang, kini tengah menunggu proses kelahiran anak keduanya.

Namun, tim medis dibuat kaget setelah melihat selaput dara Zhang yang masih utuh seperti gadis perawan pada umumnya. Dengan kondisi seperti ini, dokter mengatakan bahwa Zhang tak bisa melahirkan secara normal karena mulut vaginanya tertutup oleh selaput dara.

Menurut laporan dari media setempat, Zhang tak pernah sukses melakukan hubungan seksual dengan suaminya.

Tiap kali suami ingin menyentuh sang istri, Zhang kerap merasa sakit. Maka dari itu, selama empat tahun pernikahan, setiap berhubungan badan sang suami hanya melakukan ejakulasi di luar vagina.

Meski demikian, Zhang tetap saja dapat hamil. Pada proses melahirkan anak pertama, Zhang memilih untuk melakukan operasi caesar. Hal tersebut membuat selaput dara wanita tersebut masih utuh hingga sekarang.

Kasus langka ini diketahui setelah tim dokter memeriksa kondisi Zhang. Dokter mengatakan, Zhang memiliki selaput dara yang tak biasa.

Milik Zhang diketahui lebih tebal dan kaku dibanding selapur dara wanita pada umumnya. Saat pemeriksaan pun dokter hanya menemukan tiga lubang kecil berukuran kurang dari satu milimeter.
Dokter juga mengatakan bahwa kondisi Zhang sebenarnya dapat diobati dengan hymonotomi -- proses pembedahan untuk membuka selaput dara yang tebal.

Apabila proses pembedahan telah dilakukan dan selaput dara sudah terbuka, bukan berarti Zhang dapat langsung melahirkan secara normal. Untuk menyelamatkan bayinya, wanita tersebut harus menjalani proses caesar kembali. Sama seperti proses melahirkan anak pertama.



Senin, 20 Februari 2017

Agen Korut Awasi dari Kejauhan, Saat Kim Jong Nam Dieksekusi

Kuala Lumpur – Polisi Malaysia meyakini bahwa empat agen dinas rahasia Korea Utara telah merancang pembunuhan Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, dan mereka menyaksikan dua perempuan eksekutor pembunuhan menjalankan misinya dari jarak jauh.

Rekaman CCTV menunjukkan tiga dari empat agen Korea Utara itu menyaksikan aksi pembunuhan itu dari sebuah kantin bernama Bibik Heritage yang berada sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA2) pada Senin 13 Februari, lapor New Straits Times.

Mereka berada di kantin itu sejak pukul 7.30 pagi sampai pembunuhan itu terjadi. Keempat orang itu terus mengamati gerak gerik Kim Jong-nam ketika serangan pembunuhan itu terjadi.
Menurut koran Malaysia itu keempat perancang pembunuhan itu sudah mempelajari pergerakan korban selama hampir satu tahun untuk mempelajari pola perjalanan korban, termasuk terbang antara Macau, Singapura dan Malaysia. Mereka sudah tahu Kim Jong-nam (45) sedang berada di Singapura sebelum pembunuhan terjadi.

Laporan New Straits Times itu mucul setelah kemarin polisi Malaysia menyatakan telah menahan seorang lelaki Korea Utara karena ada kaitannya dengan pembunuhan Jong-nam.
Dua wanita eksekutor pembunuhan adalah Siti Aisyah, WNI berusia 25 tahun, dan Doan Thi Huong, perempuan berusia 29 tahun yang memegang paspor Vietnam. Pacar Siti Aisyah dari Malaysia juga sempat ditahan.

Polisi menggelar rekonstruksi di TKP Jumat lalu dengan menghadirkan kedua perempuan. Pembunuhan itu terjadi pada pukul 8.59 Senin pagi dan hanya membutuhkan waktu lima detik.

Sabtu, 18 Februari 2017

Sebenarnya Siti Aisyah Direkrut atau Dijebak Intelijen Korea Utara?

Passport WNI berkelahiran Serang, Banten, (Istimewa)


JAKARTA – Spekulasi kebenaran Siti Aisyah direkrut oleh Intelijen Korea Utara dalam operasi pembunuhan Kim Jong-nam terus bermunculan. Pastinya Satuan Diraja Polisi Malaysia telah menahan dan menetapkan Siti Aisyah sebagai tersangka pembunuhan Kim Jong-nam. Wanita asal Serang itu juga diidentifikasi berdasarkan rekaman CCTV di bandara Kuala Lumpur.

Pejabat Kementerian Luar Negeri RI yakni Kepala Seksi Malaysia, Direktorat Perlindungan WNI, Rahmat Hindiarta telah mendatangi rumah mantan mertua Siti Aishah, Lian Kiong, alias Akiong di Jl Samarsa I, No 03, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (17/2/2017). Anak bos konveksi ini, Ajun, dikatakan sebagai mantan suami Siti Aisyah.

Hingga dalam perjalanannya Siti memilih untuk merantau ke Malaysia. Atas kejadian ini, mertua Aisyah meragukan sosok mantan menantunya itu sebagai agen intelijen. Alasannya, dikarenakan Aisyah hanya tamat hingga sekolah SMP dan tak bisa berbahasa Inggris dan mandarin.

Siti Aisyah ditangkap oleh aparat Malaysia setelah sehari sebelumnya kepolisian Diraja Malaysia menangkap seorang wanita dengan paspor Vietnam bernama Doan Thi Huong (28 tahun) terkait dengan kasus pembunuhan Kim Jong-nam.

Sorang pengamat intelijen dan dosen Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM) sebagaimana ditulis oleh media Malaysia bharian.com.my menilai dua orang yang ditangkap oleh polisi diduga adalah agen intelijen yang baru direkrut dikarenakan tertangkap setelah melakukan sebuah operasi.

“Saya pikir, mereka agen pelatih atau agen junior, sebab itu tertangkap karena tidak efisien,” katanya kepada media Malaysia itu.

Menurut pengamat yang menolak disebutkan namanya itu, standar operasi prosedur (SOP) intelijen negara asing khususnya negara menganut paham komunis, biasanya setiap agen intelijen diberikan pil khusus untuk bunuh diri jika tertangkap untuk menghindari informasi terkait operasi mereka bocor.

Atas analisa itu, pengamat intelijen ini meyakini bahwa agen yang terlibat di dalam operasi pembunuhan Kim Jong-nam masih berada di Malaysia dan kini bersembunyi serta berusaha mencari jalan untuk ke luar negeri.

Sehubungan itu, ia berpendapat sudah semestinya kontrol keamanan di semua pintu masuk di Malaysia khususnya Bandara harus ditingkatkan untuk menghindari kejadian pembunuhan seperti itu berulang.

“Pada saat sama, jaringan intelijen negara harus lebih peka untuk mendeteksi masuknya setiap individu yang memiliki pertalian keluarga dengan setiap pemimpin negara luar yang ke negara ini.”

“Ini penting untuk memfasilitasi operasi pemantauan terhadap individu, sehingga dapat menjaga keamanan diri mereka selama berada di negara ini, “katanya. (asr)

Jumat, 27 Januari 2017

Donald Trump Akan Meresmikan Larangan Muslim Masuk ke AS

Washington, DC - Enam hari berkuasa, Presiden Donald Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif kontroversial. Ia mencabut Obamacare, memberlakukan kembali kebijakan Mexico City yang sekaligus menegaskan sikap anti-aborsinya, dan menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP). Teranyar, ia memerintahkan pembangunan tembok di perbatasan Meksiko.

Dalam beberapa jam mendatang, ia dikabarkan akan menandatangani perintah eksekutif baru yang memberlakukan larangan muslim masuk ke Negeri Paman Sam. Demikian seperti dilansir Independent.co.uk, Kamis, (26/1/2017).

Sejumlah umat muslim pun berkumpul untuk memprotes rencana Presiden Trump tersebut. Di Washington Square Park, ratusan orang berunjuk rasa dengan mengusung sejumlah poster bertuliskan, "Tidak Ada Manusia yang Ilegal" dan "Setiap Muslim yang Saya Tahu Adalah Warga Amerika yang Lebih Baik Dibanding Donald Trump."

Setidaknya, terdapat lima helikopter yang berputar-putar di udara untuk mengawasi aksi tersebut. Sementara itu, para pendemo kompak menyalakan ponsel mereka.
"Tidak ada dinding, tidak ada tembok. Ini New York kami," demikian teriak mereka.
Aksi demonstrasi diselenggarakan oleh Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR). Nihad Awad, Direktur Eksekutif Nasional CAIR, mengatakan perintah eksekutif Trump mempertegas Islamofobia dan kebijakan yang sangat tidak mencerminkan Amerika.
"Larangan ini tidak membuat negara kita menjadi lebih aman. Sebaliknya, berfungsi untuk menstigmatisasi pengungsi muslim dan komunitas muslim Amerika secara keseluruhan. Ini akan memberikan musuh kita alat propaganda untuk mempromosikan narasi palsu tentang Amerika yang memerangi Islam," kata Nihad.

New York merupakan salah satu kota di AS yang telah berjanji untuk tidak bekerja sama dengan pihak imigrasi federal. Sementara itu, Trump dikabarkan akan mengirim membatalkan dana federal yang berujung pada terancamnya nasib ribuan keluarga imigran.

Sekitar 40 persen dari penduduk di New York merupakan warga pendatang. Pengawas kota New York yang juga politisi asal Partai Demokrat mengatakan, kebijakan Trump untuk membatalkan dana federal senilai US$ 7 miliar itu akan berisiko pada sejumlah sektor sebut saja seperti kontraterorisme, layanan kesejahteraan seperti perlindungan anak, perumahan yang terjangkau dan pencegahan HIV/AIDS.

"Kota ini adalah dan akan selalu menjadi kota suaka," kata Stringer yang juga berpartisipasi dalam aksi damai itu.
"Biar saya perjelas, bahwa sebagai Yahudi Amerika, saya berdiri di sisi komunitas muslim karena hari ini dan setiap hari kita adalah satu," kata dia.
Direktur eksekutif dari Koalisi Imigrasi New York, Steven Choi juga angkat suara. Ia menilai perintah eksekutif Trump merupakan penghinaan terhadap nilai-nilai dasar Amerika, yakni "kehormatan, kebebasan, dan keadilan."
"Dia telah membuat pilihan yang jelas untuk mengubah retorika penuh kebencian dalam kampanyenya menjadi nyata...," ungkap Choi.

Turut terlibat dalam demonstrasi itu dua orang asal Afghanisan dan Iran-India. Meski cuaca dingin, mereka tentang mengusung poster, menyuarakan tuntutan. Keduanya mengaku, datang ke New York saat berusia tiga tahun.
"Kami di sini, kami terlihat, dan kami tidak akan pergi," ujar salah seorangnya yang bernama Kayhar.

Senin, 16 Januari 2017

5.000 Bikers Siap Amankan Pelantikan Donald Trump


WASHINGTON - Lebih dari 5.000 bikers akan memadati Washington DC saat pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump pada Jumat 20 Januari 2017. 

Mereka merupakan pendukung setiap Trump. Salah seorang penyelenggara acara Chris Cox (48) mengatakan, iring-iringan sepeda motor pendukung Trump tersebut merupakan yang terbesar. 

Cox menegaskan kehadiran para bikers bukan untuk membuat rusuh, namun sebaliknya sebagai bentuk dukungan. 

Bahkan, mereka siap membantu mengamankan pelantikan dari para pengunjuk rasa yang anarkis. "Kami akan bahu membahu dengan yang lainnya dan siap membantu mengamankan jika ada yang berani melewati penjagaan polisi," kata Cox, seperti dikutip dari Fox and Friends. Ia berharap proses transisi dari pemerintahan Barack Obama ke Trump berjalan mulus. 

Acara ini diinisiasi oleh Bikers for Trump yang memiliki total 200 ribu anggota. Namun yang hadir di acara diperkirakan mencapai 5.000 motor. Pada umumnya mereka adalah para pekerja yang mendukung kebijakan Trump sejak awal kampanye. Sementara itu, Cox sudah beberapa kali bertemu dengan Donald Trump sebelum terpilih menjadi presiden. Politikus Partai Republik itu pun memuji dukungan yang diberikan Cox dan rekan-rekannya